OI GO GREEN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT DIGELAR DI PANUMBANGAN

"SOPAN" yang merupakan singkatan dari Seni-Olahraga-Pendidikan-Akhlak-Niaga, adalah serangkaian kegiatan yang di laksanakan oleh OI (Red= Orang Indonesia) yang merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang dewasa ini telah memiliki anggota di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Desa Sukakerta Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis, dipilih OI Jawa Barat sebagai tempat acara rutin Bulanan setiap Minggu pertama dalam tema penghijauan, Sabtu (4/2) serentak dilaksanakan se-Jawa Barat yg merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian OI terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar bersama Bupati Ciamis, Kepala BPLH Provinsi Jawa Barat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis H. Iing Syam Arifin menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan ini, karena kegiatan ini "Selaras" dengan pencanangan "Gema Balaka" Gerakan Masyarakat Babarengan Melak Kalapa yang digulirkan oleh Bupati Ciamis beberapa tahun silam yang hingga kini masih digelorakan dalam berbagai acara dan berbagai kesempatan dalam rangka menuju Ciamis sebagai "kabupaten konservasi"
Mengawali sambutannya, Bupati merasa bangga dan mengapresiasi, karena kegiatan OI Tingkat Privinsi Jawa Barat dilaksanakan di Kabupaten Ciamis tepatnya di Desa Sukakerta Kacamatan Panumbangan.

Dalam sambutannya Bupati melanjutkan, "Bahwa Kabupaten Ciamis telah dianugerahi sebuah gunung, yaitu Gunung Sawal yang keberadaannya sangat menentukan kehidupan masyarakat Kabupaten Ciamis dan sekitarnya. Untuk itu lanjut Bupati, "Kita bersama-sama harus menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan Gunung Sawal sehingga ekosistem dan sumber daya hayatinya senantiasa terpelihara dan terjaga. Bupati melanjutkan kurang lebih 4 tahun silam gerakan penghijauan tingkat nasional pernah diselenggarakan di Kabupaten Ciamis yaitu di Kecamatan Pamarican. Hadir dalam acara tersebut musisi legendaris Iwan Fals dalam kegiatan yang bartajuk "OBIT" atau One Billion Indonesian Tree". Berikutnya Bupati menyampaikan suatu konsep tentang pelestarian lingkungan, yaitu: "Hari ini kita menanam - jangan ingat untuk menebang", biarkan anak-cucu kita di masa yang akan datang yang akan menikmati apa yang kita tanam hari ini. Sampai saat ini sejumlah penghargaan menyangkut pelestarian lingkungan telah berhasil diraih oleh Kabupaten Ciamis, Seperti Penghargaab PROKLIM, RAKSANIYATA, KALPATARU hingga yang terakhir yaitu tahun 2016 Kabupaten Ciamis meraih ADIPURA KIRANA.

Mengakhir sambutannya, Bupati Ciamis berpesan kepada seluruh pengurus dan anggota OI untuk senantiasa mengembangkan fungsi organisasinya dengan melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam rangka turut mendukung gerakan ini, Bupati Ciamis telah menyediakan 1000 bibit pohon kelapa untuk ditanam sesuai dengan program yg telah direncanakan oleh OI Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar mengawali sambutannya mengapresiasi kegiatan ini, khususnya kepada pengurus OI Jawa Barat yang telah menginisiasi kegiatan yang bersifat rutin bulanan ini. Wagub melanjutkan bahwa, "Kegiatan ini telah menginspirasi warga masyarakat untuk lebih mencintai dan memelihara serta melestarikan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon.

Dalam sambutannya, Wagub Jabar juga mengapresiasi tentang terpeliharanya lingkungan sekitar tempat/lokasi acara yang hijau dan asri selanjutnya Wagub menambahkan bahwa semoga kabupaten/kota lainnya dapat mengikuti Kabupaten Ciamis dalam hal pelestarian lingkungan dan penghijauan. Lanjut Wagub, "Jawa Barat termasuk ke dalam daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi. Untuk itu kita semua harus menyadari hal tersebut dan mulai bekerja keras secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian alams sebagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana alam tersebut,” Lanjut Wagub.

Wagub H. Deddy Mizwar menyampaikan 3 hal penting yang perlu memperoleh perhatian kita, yaitu sebaga berikut: “Kemiskinan, pengangguran dan lingkungan hidup”. Lanjut Wagub, bahwa seluruh upaya pembangunan harus mempertimbangkan ketiga hal tersebut. Wagub melanjutkan bahwa salah satu Indikator ketidakseimbangan alam dewasa ini ditandai dengan pada saat musim hujan menyebabkan banjir dan saat datang musim kemarau menyebabkan kekeringan. Padahal menurut data, Jawa Barat merupakan provinsi dengan curah hujan tertinggi di Indonesia. Penebangan pohon yang tidak terkendali dan kerusakan hutan di hulu sungai adalah faktor-faktor penyebab bencana banjir di sungai Cimanuk beberapa waktu silam.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar berharap OI dapat mengispirasi masyarakat dalam hal pelestarian alam melalui gerakan penghijauan. “Ajak dan libatkan masyarakat dalam setiap gerakan pelestarian lingkungan dan penghijauan, sehingga pelestarian lingkungan dan penghijauan menjadi kebudayaan dan gaya hidup masyarakat serta menyentuh seluruh lapisan masyarakat”, tutup Wagub. Rangkaian kegiatan Sabtu siang itu diakhiri dengan penanaman bibit pohon Matoa secara simbolik oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Bupati Ciamis dan Kepala SKPD serta undangan lainnya di halaman sekitar Gedung Sub. Terminal Agrobisnis Desa Sukakerta Kecamatan Panumbangan.

Sumber : Press Release Humas Setda

AUTHOR: Ciamiskab