PROGRAM REHABILITASI BAGIAN UPAYA P4GN BNNK CIAMIS

CIAMIS, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis melalui seksi Rehabilitasi menggelar Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba, dengan tema “ Penyalahguna Narkoba Berhak untuk Hidup Sehat Rangkul dan Ajak Mereka untuk Direhabilitasi” bertempat di Gedung Wisma PGRI jalan Ahmad Yani No. 54 Ciamis pada hari Selasa 20 Maret 2018.

Sebanyak 25 Orang peserta yang hadir dari perwakilan Inspektorat Kab. Ciamis, Bappeda Kab. Ciamis, Dinas Sosial Kab. Ciamis, Dinas Kesehatan Kab. Ciamis, Dinas Pendidikan Kab. Ciamis, Diskominfo Kab. Ciamis, Dishub Kab. Ciamis, DPPKAD Kab. Ciamis, Dinas Tenaga Kerja Kab. Ciamis, Satpol PP, BKSDM, Kesbangpol, RSUD, Kesra Setda, UPTD Puskesmas Ciamis, UPTD Puskesmas Cijeungjing, UPTD Puskesmas Panumbangan, UPTD Puskesmas Kawali, Inabah II Putri, Inabah XVII, Inabah XVIII, Inabah XXIV, Inabah XXV, Yayasan Ar-rahmaniyyah, Yayasan I’Anatushsyibyan.

Menurut Aris Nuryana,S.Sos., selaku Kasi Rehabilitasi BNNK Ciamis sekaligus narasumber pada sosialisasi dengan judul materi Program Layanan Rehabilitasi Instansi Pemerintah, menjelaskan maksud kegiatan ini untuk meningkatkan sinergitas implementasi kebijakan antar instansi dalam upaya P4GN khususnya dalam pelayanan Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba, dengan tujuan meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar instansi pemerintah dan komponen masyarakat dalam upaya P4GN, serta menyampaikan informasi mengenai layanan rehabilitasi dan pasca rehabilitasi penyalahgunaan narkoba kepada unit-unit terkait di wilayah Kabupaten Ciamis.

Narasumber dari Inabah II Putri (Yayasan Sirnarasa) Dra. Hj. Dewi Khoer Mulyana, M.Si., dengan judul materi Layanan Program Rehabilitasi Inabah II Putri, menerangkan bahwa Pusat Perawatan Inabah II Putri ini menyediakan perawatan serta penanganan intensif melalui binaan ibadah atau bimbingan dzikir dan sholat sunat lainnya dan juga konseling untuk pecandu dan keluarga yang telah dikombinasikan dengan program dari Kemensos.

Inabah II Putri mengembangkan dan menjalankan Program Pemulihan Adiksi Narkoba dengan tujuan mewujudkan insan yang cageur bageur dapat melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat mengembangkan landasan yang bertaqwa, lanjut Dewi.

Pada kesempatan ini juga dihadirkan dua  orang anak binaan Inabah II putri yang  beinisial A (Tegal) dan berinisial Y (Cimahi) untuk memberikan testimoni kenapa sampai terjerumus kedalam masalah narkoba, mereka menjelaskan awalnya terjerumus narkoba akibat dari kurangnya perhatian orang tua, sehingga mereka mencari perhatian di luar rumah bergaul dengan para pemakai dan penyalahguna obat-obatan dan jenis narkoba ganja.

Mereka dalam mengakhiri testimoninya menghimbau kepada peserta yang hadir untuk lebih peduli kepada anak-anaknya supaya tidak ikut terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba.

Sementara menurut Kepala BNNK Ciamis AKBP Yaya Satyanagara, S.H., sekaligus menjadi narasumber memaparkan materi dengan judul Arah dan Kebijakan Program Rehabilitasi, Yaya menjelaskan bahwa masih ada anggapan bahwa pecandu itu aib keluarga, sampah masyarakat, sebenarnya mereka itu orang sakit yang harus diobati, kita harus peduli dengan mereka kita harus rangkul mereka, rehabilitasi mereka secara menyeluruh dan berkelanjutan sampai pulih, ujar Yaya

Yaya lebih jauh menjelaskan bahwa Kebijakan BNN dalam program rehabilitasi saat ini lebih terfokus pada kualitas layanan rehabilitasi, sehingga diperlukan standar layanan rehabilitasi, dibentuk standar nasional dengan komponen minimal untuk mengatur regulasi pelaksanaan rehabilitasi medis dan sosial baik di Instansi Pemerintah maupun masyarakat.

Tujuannya tersedianya standar layanan rehabilitasi yang dapat digunakan dalam penyelenggaraaan layanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di instansi pemerintah dan masyarakat, sebagai acuan bagi petugas rehabilitasi dalam pengembangan dan pelaksanaan layanan terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, pungkas Yaya.

Selanjutnya narasumber dari Yayaysan I’Anatushsyibyan KH. R. Hidayat, dengan judul materi Tugas Dan Peran Pendampingan Dalam Pengembangan  Pembinaan Lanjut Eks Klien Lahgun Napza Melalui Pendekatan Sosial Spiritual, menerangkan proses penanganan masalah korban lahgun napza yaitu : Tahap detoksifikasi; Tahap primer; Tahap re-entry (Pembinaan Lanjut.)  

Yang terpenting dari proses rehabilitasi yaitu adanya pendampingan, Pendampingan adalah Proses interaksi dinamis antara pendamping dengan klien dalam rangka : Menumbuhkan keyakinan, Memecahkan masalah, Memperkuat dukungan, Memotivasi, memfasilitasi dan menjembatani kebutuhan klien dalam melaksanakan kegiatan, Mendayagunakan berbagai sumber dan  potensi

pendamping harus membangun sikap saling percaya antar pendamping maupun dengan eks klien sebagai dampingannya, pendamping itu bukan hanya pintar tetapi harus benar dan bijak, juga harus tahu kearifan lokal untuk memahami si klien pada waktu pasca rehab, pungkas Hidayat.

Press Release By BNNK Ciamis

AUTHOR: Ciamiskab