BNNK CIAMIS GELAR PENGEMBANGAN KAPASITAS P4GN DI INSTANSI PEMERINTAH

Ciamis, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis melalui seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas P4GN (Workshop) Di Instansi Pemerintah. Bertempat di Aisyah Meeting Room The Hotel Priangan Ciamis, Kamis 30 Agustus 2018.

Sebanyak 30 Orang peserta pada kegiatan ini merupakan perwakilan dari Dinas P2KBP3A dan UPTD KB se-Kabupaten Ciamis.

Menurut Kepala Seksi P2M BNNK Ciamis Deny Setiawan, S.Sos., M.M., sekaligus selaku Ketua Pelaksana kegiatan menjelaskan maksud kegiatan ini untuk menyampaikan informasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan instansi pemerintah, sehingga diharapkan menjadi imun terhadap ancaman narkoba, serta menghasilkan adanya satu komitmen dalam upaya P4GN dan menjadi kepanjangan tangan BNN dalam mensosialisasikan P4GN di Instansi Pemerintah.

Kepala BNNK Ciamis AKBP Yaya Satyanagara, S.H., dalam sambutannya sekaligus memberikan paparan materi pada kegiatan ini dengan judul  “Optimalisasi Pencegahan,Pemberantasan, Penyalahgunaan,dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Menurut Yaya Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba adalah upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penanganan narkoba yg meliputi upaya pencegahan, rehabilitasi & pemberantasan.

Yaya menambahkan arah kebijakan di bidang P4GN : membentuk sumberdaya manusia yang kuat, baik internal maupun eksternal seperti pembentukan satgas, relawan dan penggiat anti narkoba. Melakukan pembinaan kepada sumber daya manusia yang ada, melaksanakan sosialisasi tentang P4GN secara masif, bentuk posko oprasional untuk pengendali giat P4GN serta melakukan pengawasan operasional secara berjenjang.

Menumpas jaringan sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya melalui pemutusan jaringan sindikat narkoba dalam dan/atau luar negeri dan penghancuran kekuatan ekonomi jaringan sindikat narkoba dengan cara penyitaan aset yang berasal dari tindak pidana narkotika melalui  penegakan hukum yang tegas dan keras, pungkas Yaya

Selanjutnya narasumber ke dua yaitu Kasi Pemberantasan BNNK Ciamis, Kompol Ricky Lesmana, S.H., M.M., dengan judul materi “Strategi Penanggulanagn Peredaran Gelap Narkotika di Indonesia”, menjelaskan bahwa bukan hanya orang dewasa saja yg menjadi sasaran peredaran gelap narkotika namun anak usia dinipun menjadi target operasi oleh para bandar narkotika sehingga ketika menginjak remaja mereka sudah ketergantungan narkotika.

Jenis narkotika semakin bertambah sampai saat ini tercatat sudah mencapai 800 jenis yang masuk ke indonesia 60 jenis sedangkan yang sudah diatur dalam UU dan Permenkes baru sebanyak 43 jenis.

Penjara tidak membuat jera bagi para pelaku kejahatan narkotika, justru penjara menjadi tempat yang aman untuk bertransaksi narkotika. Penegakan hukum harus lebih keras dan lebih tegas lagi terhadap jaringan-jaringan yang terlibat, tutup semua celah penyeludupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan, di bandara, maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita.

Terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba, program rehabilitasi harus ada standarisasi yang jelas dan berjalan efektif sehingga tingkat kekambuhan (relaps) dapat diminimalisir. Oleh sebab itu gencarkan kampanye kreatif tentang bahaya narkoba yang menyasar generasi muda serta dibutuhkan upaya bersama dalam menanggulangi permasalahan narkoba ini, pungkas Ricky.

Sementara narasumber ke tiga Aris Nuryana, S.Sos., dalam paparannya menjelaskan masih ada anggapan masyarakat bahwa penyalahgunaan narkotika adalah perbuatan kriminal serta menjadi aib keluarga dan dapat di penjarakan serta dikucilkan ternyata masih ada.

Maka Aris dalam kesempatan ini menghimbau kepada peserta yang hadir apabila ada  keluarga, kerabat dan teman yang terlanjur menjadi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, segara untuk melapor kepada pihak terkait atau langsung kepada BNN untuk direhabilitasi baik secara Rehabilitasi Medis atau Rehabilitasi Sosial.

Selanjutnya narasumber ke empat Deny Setiawan, S.Sos., M.M., dalam paparan materinya menjelaskan tentang “Peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba”, bahwa masyarakat mempunyai andil yang besar dalam menanggulangi masalah narkoba, masyarakat pun bisa menjadi inisiator yang merancang dan mengimplementasikan program pencegahan secara mandiri. Sebagai motivator yang  menggerakan masyarakat lain untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan.

Untuk menanggulangi masalah narkoba dibutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk masyarakat secara luas untuk bahu-membahu memerangi narkoba, lindungi diri, keluarga, teman terdekat kita jangan sampai terjerumus kedalam permasalahan narkoba.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa lebih paham lagi tentang permasalahan narkoba saat ini untuk dapat di informasikan kembali kepada lingkungannya masing-masing bisa melalui program kerja instansi dalam upaya P4GN, pungkas Deny.

 

 

Press Release By BNNK Ciamis

AUTHOR: Ciamiskab