Penyusunan Rencana Aksi Lembaga Pengelola Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) KARST

posted in: Kabar Ciamis | 0

CIAMIS, Bertempat di Hotel Priangan Ciamisn diselenggarakan acara rapat penyusunan rencana aksi Lembaga Pengelola Kawasan Ekosisten Esensial (KEE) KARST, Kamis 14 November 2019.

Guna membentuk Kawasan Ekonomi Esensial KARST di Sidamulih dan Cikupa, BKSDA Jabar, KLHK Republik Indonesia menginisiasi dengan Pemerintah kabupaten Ciamis menggelar acara penyusunan rencana Aksi pengelolaaan KEE.

Pengertian Karst secara luas adalah bentuk bentang alam khas yang terjadi akibat proses pelarutan pada suatu kawasan batuan karbonat atau batuan mudah terlarut (umumnya formasi batu gamping) sehingga menghasilkan berbagai bentuk permukaan bumi yang unik dan menarik.

KARST adalah bagian dari ekosistem. Tangki raksasa penyimpan air tanah. Tempat tinggalnya berbagai jenis flora dan fauna. Kawasan mineral tak terbarukan. Wilayah kunci untuk mengetahui sistem hidrologi kawasan.

KARST sebagai habitat flora dan fauna langka; KARST sebagai kawasan mineral langka (tidak terbarukan) dan memiliki bentang alam yang unik; seperti adanya goa wayang, goa awi, goa gede, stalagtit dan stalagnit yang terletak di Desa Cikupa Kecamatan Banjaranyar.

Kawasan ekosistem karst sendiri di Ciamis memiliki luas kurang lebih 29 ribu ha, yang diantaranya berada di wilayah Kecamatan Pamarican, Banjarsari, Banjaranyar, Lakbok dan Cisaga

Dalam pembukaanya, Bupati Ciamis yang disampaikan oleh plt Kepala Dinas Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Erwan Darmawan S. STP MSi menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang diinisiasi oleh BKSDA Jawa Barat, KLHK Republik Indonesia dengan harapan tentunya kelestarian alam bisa di jaga, “hal ini sesuai dengan misi ke 4 Kabupaten Ciamis yaitu meningkatkan kualitas daya dukung lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Yose, “Jabar Kedepannya KEE KARST harus dilindungi dari eksploitasi SDA, karena kalo tidak begitu dikhawatirkan akan merusak keberlangsungan kehidupan flora dan fauna, “ujarnya.

“Banyak alasan KARST harus dilestarikan. Daya dukung lingkungan harus diperhatikan demi keberlanjutan pencapaian keadilan sosial, ekonomi, dan lingkungan, ujar Yose menambahkan.”Kawasan KARST menjadi primadona untuk pabrik semen karena banyak sumber bahan baku semen, berapapun harganya mereka berani membeli, hal tersebut tentunya membutuhkan kajian lingkungan yang mendalam dari berbagai elemen seperti pemerintah, pihak swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat dan pihak berkepentingan lainya,” ujarnya.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kedepannya ada kejelasan rencana aksi yang harus dilaksanakan oleh Pemkab Ciamis melalui Organisasi Perangkat Daerah yang membidanginya, bekerjasama dengan instansi vertikal lainnya, pungkasnya.

 

Press Release By Diskominfo Ciamis

Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]
(Visited 62 times, 1 visits today)