Peran Aktif Guru Dalam Upaya P4GN

posted in: BNN News | 0

Banjar,- Dalam program Indonesia Bersatu Bersih Narkoba (IBBN), kembali Yayasan Ratu Pelangi Indonesia (RPI) menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba yang bertempat di SMP Negeri 5 Banjar, Kamis (30 /1/2020).

Menurut Juju Juarsih selaku Ketua pelaksana kegiatan RPI di wilayah Kota Banjar, mengatakan bahwa kegiatan ini sama seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Ciamis, hanya saja untuk di wilayah Kota Banjar dilaksanakan di satu tempat saja yaitu di SMP Negeri 5 Banjar dengan menghadirkan peserta dari guru Penjas mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP yang ada di wilayah Kota Banjar.

Tujuan utamanya yaitu memberikan satu informasi yang penting akan bahaya narkoba kepada para guru, yang nantinya bisa di sampaikan kembali kepada para siswanya disekolah masing-masing, ujarnya

Penyampaian pesan tidak hanya dengan sosialisasi saja, namun kami juga menyampaikan tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui senam yang kami namai dengan Senam Sehat Berkarya Anti Narkoba atau biasa kami singkat dengan “SSB-AN”, tambahnya
Dengan kegiatan ini kami berupaya untuk memberikan wawasan dan juga pemahaman khususnya kepada guru tentang bahaya narkoba apabila disalahgunakan.

Kami mengajak kepada semua komponen masyarakat khususnya di lingkungan pendidikan Kota Banjar untuk bersama ciptakan generasi penerus bangsa bersih dari narkoba, pungkas Juju.

Sementara menurut Kasi Rehabilitasi BNNK Ciamis Rachman Haerudin, S.Sos., yang sekaligus sebagai narasumber di kegiatan ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yayasan RPI yang telah ikut berperan aktif dalam menanggulangi permasalahan narkoba.

Ini merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan narkoba yang di gagas RPI yang tujuannya untuk melindungi para penerus bangsa dari permasalahan narkoba.

Menurut data hasil survey penyalahgunaan narkoba tahun 2019 yang dilakukan BNN kerjasama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI menyebutkan angka penyalahguna dari kalangan pelajar sebesar 24 %, dimana pelajar itu sebagai penerus bangsa kedepannya, terang Rachman

Maka dalam menyikapi hasil survey tersebut, Rachman mengajak kepada semua komponen masyarakat khususnya para guru untuk bersama dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Menurut Rachman sosialisasi seperti ini adalah cara yang paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.

Rachman mengatakan kaum remaja rentan terjerat narkoba karena 3 (tiga) faktor yaitu: Faktor keluarga disebabkan kurangnya perhatian orang tua dan jarangnya komunikasi antara anak dan orang tua sehingga anak cendrung berkomunikasi di luar rumah dengan teman sebayanya ; Faktor individu anak yang cenderung menutup diri terhadap permasalahan yang ada akan menimbulkan dampak putus asa akan dirinya ; serta Faktor lingkungan dimana lingkungan di luar rumah lebih rentan untuk anak melakukan hal-hal yang negatif karena kurangnya pengawasan dari orangtua, ujar Rachman.

Dalam paparan yang berjudul “Peran Serta Guru Dalam Melindungi Siswa-Siswi Dari Bahaya Narkoba”, Rachman menjelaskan hal apa saja yang harus dilakukan oleh para guru diantaranya seperti, pertama Guru harus menjadi Role Model jadi contoh teladan bagi siswanya, kedua menciptakan lingkungan sekolah Bersinar (Bersih Narkoba), ketiga menjadikan siswa-siswinya menjadi sahabat, mengajak siswa siswinya untuk selektif dalam memilih teman, ketiga melakukan pengawasan terhadap anak didiknya yang merokok, karena rokok merupakan pintu gerbang menuju narkotika, keempat melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak didik di lingkungan sekolah dengan tujuan menjadikan sekolah Bersinar (Besih Narkoba).

 

Press Release By BNNK Ciamis

(Visited 39 times, 1 visits today)
Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]