Percepat Penurunan Stunting, Bappeda Ciamis Gelar Rakor Lintas Sektoral

posted in: Kabar Ciamis | 0
Rapat Kordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Ciamis di Aula Bappeda, Senin 18/05.

Senin, 18/05,- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan OPD terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ciamis, Senin (18/5/20) yang bertempat di Aula Bappeda.

Rapat Kordinasi tersebut membahas materi kebijakan dan strategi program gizi di Kabupaten Ciamis, strategi nasional pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten/kota lokus stunting, implementasi program Kementrian Desa dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan stunting serta empat aksi strategi nasional pencegahan dan penanggulangan stunting yang sudah dilakukan kabupaten/kota untuk penurunan stunting.

Organisasi Perangkat Daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ciamis, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinkes Kabupaten Ciamis.

Drs. H. Yoyo Sutaryo, M.Si ( Kabid Pemerintahan Sumber Daya Manusia Sosial Budaya ) mengatakan, tujuan rapat ini yaitu di antaranya untuk mensinergiskan kembali kegiatan-kegiatan yang ada di setiap SKPD.

“Terkait stunting kali ini lebih fokus oleh Dinas Kesehatan secara spesifik, namun setelah digali kembali ternyata harus ada sinergitas dengan OPD terkait agar percepatan penanganan pencegahan stunting ini bisa lebih di maksimalkan lagi,” ujar Yoyo Sutaryo.

Sementara Heni Sumarni. SST, S.Sos, MM, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinkes Ciamis berharap melalui lintas sektor ini, setelah di adakannya rapat koordinasi dengan melibatkan setiap OPD ini baik secara teknis dari setiap OPD maupun pelayanannya di tahun ini sudah dapat menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Ciamis.

“Kasus stunting ini adalah akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan, “terang Heni Sumarni.

Mengingat stunting yang di akibatkan kurang gizi ini, tentu tidak bisa parsial bagi yang kurang mampu saja, namun stunting juga faktanya banyak terjadi bagi kalangan menengah ke atas, hal ini karena gizi bagi kandungan itu berbeda, dan kandungan gizi itu berbeda dengan gizi dari makanan lain, pungkasnya. (cucu)

 

Press Release By Diskominfo

(Visited 102 times, 1 visits today)
Our Reader Score
[Total: 0 Average: 0]